Kamis, 23 Desember 2010

DONNA LOST IN ICELAND

BIOGRAFH
Donna Lost In Iceland terbentuk padal awal 2010 berawal dari hobi dan kesenangan bersama terhadap dunia seni musik. Berdiri di SMA negeri 3 sidoarjo dan tepatnya berasal dari kota sidoarjo. Selama bermusik telah melakukan banyak pergantian nama selama perjalan dan sudah sering bongkar pasang formasi personil.

Berawal dari sebuah pertemanan di SMA. Bandrek yang sudah lama vakum atau berhenti dalam bermusik, pada awal kelas tiga SMA bandrek bermaksud ingin meneruskan hobinya dalam bermusik yang sudah dua tahun tidak dilakoninya lagi. Pada saat bertepatan bandrek bertemu boncel seorang siswa baru di SMA Negeri 3 Sidoarjo, bandrek sudah lama mendengar nama boncel namun belum pernah sama sekali bertemu boncel secara langsung. Banyak dari sekian temannya berkata bahwa boncel seorang yang juga satu hobi dengan bandrek, ketika itu bandrek mencoba mencari boncel bermaksud untuk mengajak boncel bermain musik dengannya, dengan modal awal iseng-iseng. Setelah bertemu boncel, bandrek menceritakan hobi musik yang dia suka yang pernah dilakonninya dan mendapat tanggapan positif dari boncel, seketika itu juga bandrek mengajak boncel untuk gabung dengan dia membentuk sebuah band, namun genre mereka berdua berbeda, bandrek yang awalnya bergenre POP dan boncel bergenre SCREAMO, tidak membuat mereka putus asa. Mereka berdua memutuskan untuk mengerjakan konsep lagu dari Blingsatan ( MISS YOU) yang bergenre Melodic. Beberapa hari kemudian boncel menghubungi bandrek untuk mencari personil Drum, seketika itu bandrek menghubungi hatta (Mandiepagie) untuk gabung dengan band barunya yang dia bentuk dengan boncel karena hatta adalah pemain drum bergenre Melodic, hatta menerima tawaran dari bandrek. Mulai dari kumpul bareng, mendengarkan lagu-lagu dan brifing, dari awal perdana latihan, bandrek di posisi Lead gitar, boncel posisi BassVocal dan hatta Drum, konsep lagu yang mereka kerjakan sukses besar dan mereka bertiga memutuskan untuk mengambil genre Melodic.


Sekian lama mengerjakan konsep musik bergenre Melodic boncel memberi saran kepada bandrek dan hatta untuk mengubah genre mereka menjadi genre Screamo, mereka berdua setuju dengan saran itu. Boncel juga memutuskan untuk menambahkan satu personil sebagai left gitar, dia mengambil mocib sebagai left gitar dan backing vocal yang sebelumnya telah di setujui bandrek dan hatta. Mulai brifing kembali sampai latihan, membuat demo lagu, intro, membuat lagu dari karya mereka sendiri dan mereka memberi nama awal band mereka dengan nama ANGEL’S REVENGE (pembalasan malaikat).


Tidak berhenti dari situ, setelah lama bergenre Screamo mereka berempat bermaksud ingin mengganti genre mereka dengan bermacam-macam genre Melodic, Pop rock, Pop punk, Melow punk dan Screamo. Ketika itu mereka mencari personil keyboard dan violin untuk genre baru mereka. Boncel dan mocib yang sudah menemukan personil keyboard bernama Vania salah satu teman sekolah mereka berdua. Setelah itu formasi mereka lengkap yang awalnya empat orang menjadi lima orang dan mereka mulai melakukan brifing, pengerjaan lagu dari genre baru mereka dan hasil yang mereka kerjakan tidak sia-sia, namun membawa hasil yang bagus terhadap musik mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Setelah bandrek dan hatta lulus sekolah pertengahan tahun 2010, ketika itu pula mereka sudah mulai jarang berkomunikasi karena boncel, mocib dan vania masih berada di bangku sekolah SMA, sehingga hal itu menyebabkan mereka berlima berujung bubar. Tidak lama dan tidak mau putus asa besarnya keinginan membesarkan hobi bermusiknya, bandrek kembali menghubungi hatta, boncel, mocib untuk kembali bermusik denganya, mereka pun setuju untuk memulainya kembali, namun kabar buruknya Vania sudah tidak ada di indonesia dan terpaksa bisa dikatakan keluar karena vania sudah berada di negara tetangga atau tepatnya di australia dan tinggal di sana. Namun semua itu tidak membuat mereka patah semangat, mereka memutuskan membuat band baru dan genre baru yaitu genre beraliran Powerpop dan bernama DIARY FOR MOTHER dengan formasi empat orang tetap pada posisi awal.


Namun tidak lama mereka menambahkah dan menggunakan Synthesizer yang sekarang bergenre POWERPOP PUNK, bandrek memutuskan mengubah formasi awalnya sebagai Lead gitar menjadi Synthesizer dan Pro Gamer. Selanjutnya mereka berempat memutuskan untuk mencari Lead gitar yang bernama Petek seorang mahasiswa UNAIR surabaya yang sudah mereka kenal sebelumnya. Awalnya mengadakan brifing dan mencari lagu, membuat lagu dari demo skill mereka masing – masing, dan di awal perdana latihan mereka puas karena hasil yang mereka inginkan jauh lebih baik. Pada saat itu formasi mereka terbentuk sempurna, boncel posisi Bass dan Voc, Petek posisi Lead gitar, Mocib posisi Left gitar dan back vocal, Bandrek posisi Synthesizer dan Pro gamer, Hatta posisi Drum. Dari formasi dan genre yang sudah sempurna, mereka berlima memberi nama baru mereka nama yang juga termasuk pada genre Powerpop punk dan nama baru mereka sekarang adalah DONNA LOST IN ICELAND.

Perjalanan karier Donna Lost In Iceland sebagai band genre POWERPOP PUNK tentunya sangat berat. Banyak tantangan yang kami lalui, mulai dari manggung ke manggung yang tidak dihiraukan, tidak diperhatikan sampai band kami diolok – olokan baik oleh audience dan kalangan musik Indie lainnya. Kami sangat mengerti dan memahami kondisi tersebut. Namun, mengingat kami berasal dari kota yang jarang didengar oleh kalangan umum. Tempat kami hanya dikenal sebagai kota Lumpur Panas yaitu kota SIDOARJO. Disamping itu kami dibilang band yang muda (baru) dan dapat dibilang kami masih perlu belajar dari senior-senior kami yang lebih dulu mengawali karier didunia musik.


Berawal dari situlah, kami ingin mengangkat dunia musik terutama Indie di Sidoarjo agar karya kami dan karya musik band Indie sidoarjo lainya dapat didengar oleh kalangan musik lain di luar kota kami tercinta. Masih banyak band – band Indie yang kualitasnya lebih baik dari pada kami. Dari pengalaman ini kami belajar untuk memberikan karya kami menjadi lebih baik lagi dan dapat di terima oleh masyarakat. Mengingat genre POWERPOP PUNK masih belum dapat di terima masyarakat dan kalangan band Indie lainya, namun kami tidak putus asa, kami tetap berdiri hingga hari ini memberikan karya terbaik kami untuk semuanya. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar